Bahasa Jurnalistik

BAHASA JURNALISTIK

Pengertian Bahasa Jurnalistik:

• Menurut S. Wojowasito seperti dikutip AS. Haris Sumadiria dalam bukunya Bahasa Jurnalistik (2006: 6) Bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian dan majalah-majalah.

• Menurut Rosihan Anwar seperti dikutip AS. Haris Sumadiria dalam bukunya Bahasa Jurnalistik (2006: 6) Bahasa yang digunakan oleh wartawan dinamakan bahasa pers atau bahasa jurnalistik. Bahasa pers ialah salah satu ragam bahasa yang memiliki sfat-sifat khas yaitu: singkat, padat, sederhana, lacar, jelas, lugas dan menarik.

• Menurut AS. Haris Sumadiria dalam bukunya Bahasa Jurnalistik (2006:7) Bahasa jurnalistik didefinisikan sebagai bahasa yang digunakan oleh para wartawan, redaktur, atau pengelola media massa dalam menyusun dan menyajikan, memuat, menyiarkan dan menayangkan berita serta laporan peristiwa atau pernyataan yang benar, aktual, penting dan menarik dengan tujuan agar mudah dipahami isinya dan cepat ditangkap maknanya.

Fungsi Utama Bahasa:
Menurut Keraf seperti dikutip AS. Haris Sumadiria dalam bukunya Bahasa Jurnalistik (2006: 8) fungsi bahasa terbagi menjadi empat:
• Alat untuk menyatakan ekspresi diri
• Alat komunikasi
• Alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
• Alat mengadakan kontrol sosial

Karakteristik Bahasa Jurnalistik:
Karakteristik bahasa jurnalistik terbagi menjadi 17, (Sumadiria, 2006:14-20), yaitu:
1. Sederhana, memilih kata atau kalimat yang paling banyak diketahui maknanya oleh khalayak pembaca.
2. Singkat, langsung kepada pokok masalah (to the point).
3. Padat, menurut Patmono SK seperti dikutip AS. Haris Sumadiria dalam bukunya Bahasa Jurnalistik (2006: 14), padat dalam bahasa jurnalistik berarti sarat informasi.
4. Lugas, berarti tegas tidak ambigu.
5. Jelas, mudah ditangkap maksudnya, tidak baur dan kabur.
6. Jernih, berarti bening, tembus pandang, transparan, jujur, tulus, tidak menyembunyikan sesuatu yang bersifat negative seperti prasangka atau fitnah.
7. Menarik, menarik artinya mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak pembaca, memicu selera baca. Bahasa jurnalistik berpijak pada prinsip: menarik, benar, dan baku.
8. Demokratis, berarti bahasa jurnalistik tidak mengenal tingkat, pangkat, kasta, atau perbedaan dari pihak yang menyapa dan pihak yang disapa.
9. Populis, berarti setiap kata, istilah, atau kalimat apapun yang terdapat dalam karya-karya jurnalistik harus akrab di telinga, di mata, di benak pikiran khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa.
10. Logis, berarti kata, istilah, atau kalimat, harus dapat diterima dan tidak bertentangan dengan akal sehat (common sense). Disini berlaku hukum logika.
11. Gramatikal, kata, istilah, atau kalimat apapun yang dipakai dan dipilih harus mengikuti kaidah tata bahasa baku.
12. Menghindari kata tutur, ialah kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari secara informal.
13. Menghindari kata dan istilah asing, karena berita atau laporan yang banyak diselipi kata-kata asing, selain tidak informatif, dan komunikatif, juga sangat membingungkan.
14. Pilih kata (diksi) yang tepat, artinya setiap kata yang dipilih, memang tepat dan akurat sesuai dengan tujuan pesan pokok yang ingin disampaikan kepada khalayak.
15. Mengutamakan kalimat aktif, karena kalimat aktif lebih mudah dipahami dan lebih disukai oleh khalayak pembaca daripada kalimat pasif.
16. Menghindari kata atau istilah teknis, bahasa jurnalistik harus sederhana, mudah dipahami, ringan dibaca, salah satu cara untuk itu ialah, dengan menghindari penggunaan istilah atau kata-kata teknis.
17. Tunduk kepada kaidah etika, dalam etika berbahasa, pers tidak boleh menuliskan kata-kata yang tidak sopan, vulgar, sumpah serapah, hujatan, dan makian yang sangat jauh dari norma sosial budaya Agama.
Standarisasi di dalam bahasa jurnalisme. Perilaku berbahasa itu mengimplikasikan beberapa pedoman.
Juan L. Mercado merincinya, seperti dikutip oleh Septiawan Santana K, dalam bukunya Jurnalistik Kontemporer (2005: 156) ia menyatakan unsur-unsur yang harus dipenuhi ketika menulis, agar penerima mudah menangkap dan memahaminya. Berbagai unsur itu, di antaranya:
• Menulis untuk mengungkapkan, bukan untuk mempengaruhi.
• Memakai bentuk aktif, agar uraian menjadi efektif.
• Memakai kata kerja, agar penyampaian menjadi dinamis.
• Memakai bahasa khusus dan konkret.
• Menggunakan kata sifat seperlunya, untuk menghindari isi penulisan yang abstrak dan tidak jelas.
• Menulis sebagaimana anda berbicara , untuk menumbuhkan penerimaan yang intim dan diminati, seperti dalam percakapan.

Bahasa Jurnalistik Indonesia

Menurut Taufik Abdullah, seperti dikutip oleh Septiawan Santana K, dalam bukunya Jurnalistik Kontemporer (2005: 158) Bahwa penggunaan bahasa jurnalistik telah ikut “menumbuhkan kesadaran awal nasionalisme”.
Pers mengajak masyarakat untuk mulai berfikir berdasarkan kepada teks yang menyampaikan kejadian-kejadian. Wawasan masyarakat mulai di kerkah ke dalam “konteks waktu yang berjalan”. Hal itu melebarkan penerimaan pengetahuan dari kungkungan ruang dan waktu lokal menjadi pengetahuan yang memiliki keluasan “suasana kesejamanan dengan daerah lain atau dengan bangsa lain”.
Bahasa menjadi alat penentu pengembangan kesadaran masyarakat sekaligus juga penentu kematian dari pers nasional pertama Indonesia ini. Kini, dalam perkembangannya, bahasa pers telah menjadi salah satu ragam bahasa Indonesia di antara bahasa akademik (ilmiah), bahasa usaha (bisnis), bahasa filosofis, dan bahasa literer (sastra).
Dengan demikian, menurut Suroso seperti dikutip oleh Septiawan Santana K, dalam bukunya Jurnalistik Kontemporer (2005: 159) Bahasa Jurnalistik memiliki kaidah-kaidah tersendiri, yang membedakannya dengan ragam bahasa yang lain. Walaupun begitu, bahasa jurnalistik tetap menganut kebakuan kaidah bahasa Indonesia dalam hal pemakaian kosakata, struktur sintaksis, dan wacana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s