Fakta sosial

FAKTA SOSIAL

Durkheim berpendapat bahwa fakta sosial tidak bisa direduksi kepada individu, namun mesti dipelajari sebagai realitas mereka. Contoh dari fakta sosial, termasuk aturan legal,beban moral, dan kesepakatan sosial.

Fakta Sosial Material dan Nonmaterial, fakta sosial material sering kali mengekspresikan kekuatan moral yang lebih besar dan kuat yang sama-sama keluar dari individu dan memaksa mereka. Kekuatan moral inilah yang disebut denga fakta  sosial nonmaterial. Jenis-jenis fakta sosial nonmaterial, yaitu: Moralitas, Kesadaran Kolektif, Representasi Kolektif, Arus Sosial.

THE DIVISION OF LABOR IN SOCIETY

Tesis THE DIVISION OF LABOR adalah bahwa masyarakat modern tidak diikat oleh kesamaan antara orang-orang yang melakukan pekerjaan yang sama, akan tetapi pembagian kerjalah yang mengikat masyarakat dengan memaksa mereka agar tergantung satu sama lain.

Solidaritas Mekanis dan Organis, masyarakat yang ditandai oleh solidaritas mekanis menjadi satu padu karena seluruh orang adalah generalis, ikatan dalam masyarakat seperti ini terjadi karena mereka terlibat dalam aktivitas yang sama dan memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang sama. Sebaliknya, masyarakat yang ditandai oleh solidaritas organis bertahan bersama justru karena ada perbedaan di dalamnya, dengan fakta bahwa semua orang memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Dinamika Penduduk, Durkheim meyakini bahwa perubahan solidaritas mekanis dan solidaritas organis disebabkan oleh dinamika penduduk.

Hukum Represif dan Restitutif, Durkheim berpendapat bahwa masyarakat dengan solidaritas mekanis dibentuk oleh hukum represif. Sebaliknya, masyarakat dengan solidaritas organis dibentuk oleh hukum restitutif.

Normal dan Patologi, Durkheim mengklaim bahwa masyarakat yang sehat bisa diketahui karena sosiolog akan menemukan kondisi yang sama dalam masyarakat lain yang sedang berada pada level yang sama. Jika masyarakat tidak berada dalam kondisi yang biasanya , maka bisa jadi masyarakat itu sedang mengalami patologi.

Keadilan, moralitas, solidaritas sosial adalah tema-tema besar bagi buku pertama dalam sebuah lapangan yang baru.

BUNUH DIRI

Studi Durkheim tentang bunuh diri adalah contoh paradigmatis dari bagaimana seharusnya sosiolog menghubungkan teori dan penelitian. Ada empat jenis bunuh diri:

Bunuh diri egoistis, dimana individu menganggap bunuh diri adalah jalan untuk bebas dari paksaan sosial.

Bunuh diri altruistis, ini terjadi ketika itegrasi begitu kuat  bahwa seorang individu akan membawa aib bagi kesatuannya meski hanya kesalahan sepele.

Bunuh diri anomik, terjadi karena regulasi masyarakat terganggu.

Bunuh diri fatalistis, bunuh diri yang terjadi karena regulasi masyarakat meningkat.

Teori Durkheimian Awal dan Akhir, Durkheim awal adalah seorang positivistik yang mencoba menerapkan ilmu alam untuk mempelajari masyarakat, sementara Durkheim akhir adalah seorang idealis yang meneliti perubahan sosial ke dalam ide-ide kolektif. Teori agama, Durkheim tetap mempertahankan kebenaran esensial agama sembari mengungkapka realitas sosialnya. Kepercayaan, Ritual, dan Gereja, sangat penting dalam teori Durkheim karena semua itu menghubungkan representasi sosial dengan praktik individu. Totemisme adalah sistem agama dimana sesuatu, bisa binatang dan tumbuhan dianggap sakral dan menjadi sumber klan. Sosiologi pengetahuan, Durkheim ingin membuktikan bahwa sosiologi mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tak tertanggulangi oleh filsafat. 6 kategori fundamental sebagai suatu yang esensial bagi pemahaman manusia yaitu, waktu, tempat, klasifikasi, kekuatan, kausalitas, dan totalitas. Namun aka nada masa dimana moral yang paling fundamental dan kategori kognitif bisa berubah atau di perbaharui, Durkheim menamainya denga semangat kognitif.

Liberalism versus Komunitarianisme

Mark cladis (1992) kebebasaan individu adalah yang paling tertinggi dan orang yang percaya pentingnya nilai sosial. Dua posisi tersebut selalu dilabeli dengan liberalism dan komunitarianisme.

PENDIDIKAN MORAL DAN REFORMASI SOSIAL

Program reformasi dan kegiatan reformis Durkheim berkaitan dengan keyakinan bahwa masyarakat adalah sumber moralitas. Moralitas bagi Durkheim ada 3, yaitu moralitas melibatkan disiplin, moralitas berkaitan denga masyarakat, moralitas melibatkan otonomi.

Pendidikan moral, upaya Durkheim yang paling konsisten dalam memperjuangkan reformasi masyarakatnya agar moralitas modern bisa di tegakkan adalah dengan menitikberatkan masalah pendidikan. Sebagaimana kita lihat, sekolah memberikan pergaulan yang baik bagi anak. Adapun bagi orang dewasa  institusi yang di usulkan Durkheim adalah kelompok pekerja.

KRITIK

Proses diterimanya Durkheim dalam sosiolog amerika dipengaruhi talcott parsons yang menyebut Durkheim sebagai penganut Fungsionalisme dan Positivisme. Walaupun tanpa diandalkan ada teori ilmiah tentang moralitas, sosiologi yang berusaha menerapkan apa yang mesti dilakukan berdasarkan apa yang ada sekarang adalah konservatif. Paham konservatif ini sering dijadikan kritik terhadap teori Durkheim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s